Langsung ke konten utama

Sebab Terhalangnya kebaikan

 Kajian Malam Jumat, 17 September 2020

Bismillah ....

Alhamdulillah pada hari ini Allah masih memberikan nikmat kesehatan dan juga kesempatan kepada kita semua,

Shalawat serta salam kita sampaikan kepada Baginda Rasulullah Salallahu alaihiwassalam.

Wahai Pemuda ,

Ulama terdahulu mengkategorikan usia muda berada diantara 15 - 40 tahun.

Syaikh Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al Badr memberikan pesan khusus kepada pemuda, diantaranya : Pemuda yang mampu meninggalkan segala bentuk syahwatnya, meninggalkan urusan dunianya lalu ia menggantikan dengan urusan Allah ( diantaranya menunttu ilmu ) maka Allah akan gantikan dengan pahala yang lebih baik.

Sebagaimana Rasulullah sampaikan : "Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah Ta'ala, maka Allah Ta'ala akan menggantinya dengan sesuatu yang (jauh) lebih baik." (H.R Imam Ahmad) 

terlebih keunggulannya seorang pemuda, lebih Allah banggakan, bahkan Allah jamin akan beri perlindungannya ketika di yaumil akhir kelak, sebagaimana yang Rasulullah bersabda “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya diantaranya :

وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ

Seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (HR. Bukhari).

Terlebih di zaman akhir ini, balasan yang Allah berikan akan sungguh luar biasa, kenapa ? kondisi saat ini ditengah keumuman keadaan manusia, ada pemuda yang lebih mementingkan kehidupan akhirat dibandingkan dunia, karena dia tau akhirat itu kekal dan abadi serta lebih baik dari kehidupan dunia, maka sungguh balasan Allah akan lebih besar. Maka dari itu jangan sampai terhalang menuju segudang kebaikan yang Allah berikan, dengan catatan memiliki keimanan, yakin bahwa setelah kematian pasti ada kehidupan yang abadi. Diantara sebab kehilangan kebaikan dari Allah diantaranya :

1. Ketagihan bermaksiat dikala sendiri, ( maksiat secara kontinyu )

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menjelaskan,

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ، وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ: {كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ}

Jika seorang hamba melakukan satu dosa, niscaya akan ditorehkan di hatinya satu noda hitam. Seandainya dia meninggalkan dosa itu, beristighfar dan bertaubat; niscaya noda itu akan dihapus. Tapi jika dia kembali berbuat dosa; niscaya noda-noda itu akan semakin bertambah hingga menghitamkan semua hatinya. Itulah penutup yang difirmankan Allah, “Sekali-kali tidak demikian, sebenarnya apa yang selalu mereka lakukan itu telah menutup hati mereka” (QS. Al-Muthaffifin: 4). (HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. Hadits ini dinilai hasan sahih oleh Tirmidzi).

Maka jika cahaya sudah sulit masuk kedalam suatu ruangan karena tertutup lembaran hitam, apakah ruangan tersebut akan menjadi bercahaya ? tentu tidak. begitupun dengan hati, apabila terbiasa dengan dosa maka dikhawatirkan dosa tersebut sudah menutupi hati dari cahaya Allah Ta'ala.

2. Berhutang namun enggan melunasi ketika ada.

نْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda : Jiwa seorang mukmin itu terkatung-katung dengan sebab utangnya sampai utang dilunasi. (Sahih, H.R Imam Ahmad ).

Artinya seseorang jika sudah terbebas dari dosa dan akan segera masuk syurga, maka tertahan, tidak boleh memasuki syurga tersebut hingga hutangnya dilunasi, demikian dengan kebaikan di dunia, bisa jadi kebaikan itu terhalang disebabkan enggan dalam melunasi hutang.

Barakallah Fikum



Faedah Kajian Ustadz Ruslan Gunawan

Pencatat / Perangkum :

Imam Hanafi




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sunnah Ketika hendak Berangkat Ke Masjid

1- Disunnahkan ketika menuju shalat dengan keadaan tenang dan tidak tergesa-gesa. Dari Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu , Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, إِذَا سَمِعْتُمُ الإِقَامَةَ فَامْشُوا إِلَى الصَّلاَةِ ، وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالْوَقَارِ وَلاَ تُسْرِعُوا ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا “ Jika kalian mendegar iqomah, maka berjalanlah menuju shalat. Namun tetaplah tenang dan khusyu’ menuju shalat, jangan tergesa-gesa. Apa saja yang kalian dapati dari imam, maka ikutilah. Sedangkan yang luput dari kalian, maka sempurnakanlah. ” (HR. Bukhari no. 636 dan Muslim no. 602). Jadi dilarang tergesa-gesa ketika hendak pergi ke masjid. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang melakukan tasybik yaitu menjalinkan jari jemari. Dari Ka’ab bin ‘Ujroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَأَحْسَنَ وُضُوءَهُ ثُمَّ خَرَجَ عَامِدًا إِلَى الْمَسْجِدِ فَلاَ يُشَبِّكَنَّ ...

Kajian Malam Kamis, 3 September 2020

Pada selasa , Bahasan mengenai 4 point penting, yakni pesan Sahabat Rasul , Ali-Bin Abi Thalib tentang kategori orang yang masuk syurga : 1. Tawwab ( Taubat )  Orang yang senantiasa bertaubat kepada Allah, sebab pada hakikatnya manusia itu senantiasa berbuat dosa, Rasulullah salallahu alaihi wassalam bersabda, “ كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ ”. Artinya  : “setiap anak cucu Adam pasti berbuat Dosa, dan sebaik-baik orang  yg berbuat dosa adalah yang bertaubat”. (HR. At Tirmizi & Ibnu Majah) 2. Orang yang senantiasa menjaga Allah     Maksudnya adalah yang senantiasa menjaga perintah - perintah Allah dan menjauhi larangan Allah. 3. Orang yang takut Kepada Allah   Setelah itu esok harinya membahas mengenai point-point berikut : Dalam Mukaddimah pembahasan tentang ciri - ciri orang munafik ada 3 yaitu : “ Di antara tanda munafik ada tiga: jika berbicara, dusta; jika berjanji, tidak menepati; jika diberi amanat, ia khia...