Langsung ke konten utama

Kajian Malam Kamis, 3 September 2020

Pada selasa , Bahasan mengenai 4 point penting, yakni pesan Sahabat Rasul , Ali-Bin Abi Thalib tentang kategori orang yang masuk syurga :

1. Tawwab ( Taubat )
 Orang yang senantiasa bertaubat kepada Allah, sebab pada hakikatnya manusia itu senantiasa berbuat dosa, Rasulullah salallahu alaihi wassalam bersabda,

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ”.

Artinya : “setiap anak cucu Adam pasti berbuat Dosa, dan sebaik-baik orang  yg berbuat dosa adalah yang bertaubat”. (HR. At Tirmizi & Ibnu Majah)

2. Orang yang senantiasa menjaga Allah

    Maksudnya adalah yang senantiasa menjaga perintah - perintah Allah dan menjauhi larangan Allah.

3. Orang yang takut Kepada Allah 


Setelah itu esok harinya membahas mengenai point-point berikut :
Dalam Mukaddimah pembahasan tentang ciri - ciri orang munafik ada 3 yaitu :

Di antara tanda munafik ada tiga: jika berbicara, dusta; jika berjanji, tidak menepati; jika diberi amanat, ia khianat.” (HR. Muslim no. 59)

Lalu diantara pembahasan Kitab Ar-ba'in yang ke 19 pada 2 September 2020 yaitu :

1. Allah senantiasa menolong orang-orang yang sabar.

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu.

Jika ingin ada pertolongan maka syarat utamanya adalah sabar, dan jika sabar maka pertolongan Allah akan segera datang.

Allah Ta'ala berfirman didalam surat Al-Baqarah ayat 153 :

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

" Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar".

Maka ketika ada masalah datang, sikap yang pertama harus dilakukan adalah sabar, contoh sabar dalam kehidupan adalah dengan menyikapi hal-hal yang tidak disenangi menimpa kepada diri dengan sikap yang baik. Diantara Sikap yang baik contoh : Tidak menampakan wajah yang sedih ketika sedang tidak bahagia, dia tetap tersenyum meski harus menerima keadaan yang tidak disenangi. 

Bahkan seorang muslim harus meyakini bahwa apa-apa yang terjadi pada diri kita merupakan ketetapan yang telah Allah catat sebelumnya, Sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Allah mencatat takdir setiap makhluk 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.”HR. Muslim no. 2653, dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash.











Referensi: 

https://rumaysho.com/1215-jangan-berputus-asa-terhadap-sesuatu-yang-luput-darimu.html

https://rumaysho.com/15894-renungan-09-ketika-sulit-dan-butuh-pertolongan-segeralah-shalat.html

https://rumaysho.com/10836-barangkali-kita-termasuk-munafik.html

https://almanhaj.or.id/7169-mari-bertaubat.html

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sebab Terhalangnya kebaikan

 Kajian Malam Jumat, 17 September 2020 Bismillah .... Alhamdulillah pada hari ini Allah masih memberikan nikmat kesehatan dan juga kesempatan kepada kita semua, Shalawat serta salam kita sampaikan kepada Baginda Rasulullah Salallahu alaihiwassalam. Wahai Pemuda , Ulama terdahulu mengkategorikan usia muda berada diantara 15 - 40 tahun. Syaikh Dr. Abdurrazzaq bin Abdil Muhsin Al Badr memberikan pesan khusus kepada pemuda, diantaranya : Pemuda yang mampu meninggalkan segala bentuk syahwatnya, meninggalkan urusan dunianya lalu ia menggantikan dengan urusan Allah ( diantaranya menunttu ilmu ) maka Allah akan gantikan dengan pahala yang lebih baik. Sebagaimana Rasulullah sampaikan : "B arangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah  Ta'ala, maka  Allah  Ta'ala akan menggantinya dengan  sesuatu  yang (jauh) lebih baik." (H.R Imam Ahmad)  terlebih keunggulannya seorang pemuda, lebih Allah banggakan, bahkan Allah jamin akan beri perlindungannya ketika di yau...

Sunnah Ketika hendak Berangkat Ke Masjid

1- Disunnahkan ketika menuju shalat dengan keadaan tenang dan tidak tergesa-gesa. Dari Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu , Nabi  shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda, إِذَا سَمِعْتُمُ الإِقَامَةَ فَامْشُوا إِلَى الصَّلاَةِ ، وَعَلَيْكُمْ بِالسَّكِينَةِ وَالْوَقَارِ وَلاَ تُسْرِعُوا ، فَمَا أَدْرَكْتُمْ فَصَلُّوا وَمَا فَاتَكُمْ فَأَتِمُّوا “ Jika kalian mendegar iqomah, maka berjalanlah menuju shalat. Namun tetaplah tenang dan khusyu’ menuju shalat, jangan tergesa-gesa. Apa saja yang kalian dapati dari imam, maka ikutilah. Sedangkan yang luput dari kalian, maka sempurnakanlah. ” (HR. Bukhari no. 636 dan Muslim no. 602). Jadi dilarang tergesa-gesa ketika hendak pergi ke masjid. Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga melarang melakukan tasybik yaitu menjalinkan jari jemari. Dari Ka’ab bin ‘Ujroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِذَا تَوَضَّأَ أَحَدُكُمْ فَأَحْسَنَ وُضُوءَهُ ثُمَّ خَرَجَ عَامِدًا إِلَى الْمَسْجِدِ فَلاَ يُشَبِّكَنَّ ...